Tampilkan postingan dengan label budaya batak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya batak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2018

GORGA BATAK



Gorga Batak adalah ukiran atau pahatan tradisional yang biasanya terdapat di dinding Rumah bagian luar. Gorga adalah dekorasi atau hiasan berupa ukiran yang terbuat dari kayu. Ukiran ini kemudian dicat dengan tiga warna; Merah, Putih, dan hitam.
Bahan untuk gorga ini biasanya adalah kayu lunak yang mudah dikorek atau dipahat. Biasanya nenek moyang orang batak memilik kayu ungil atau ada juga orang yang menyebutnya kayu ingul. Kayu ini dipilih karena tahan terhadap sinar matahari langsung. Dan tak mudah lapuk oleh air hujan. Kayu ini juga biasa dipakai sebagai bahan membuat kapal atau perahu.
CAT GORGA
Cat gorga terdapat tiga warna. Warna – warna cat ini dahulu dibuat secara alamiah.

Cat Merah diambil dari batu hula, sejenis batu alam berwarna merah yang sangat sulit untuk didapatkan saat ini. Batu ini kemudian ditumbuk sampai halus seperti tepung lalu dicampur air.

Cat Putih diambil dari tanah berwarna putih. Tanah halus dan lunak yang bagi orang batak sering disebut Tano Buro. Tano Buro ini digiling sampai halus serta dicampur dengan sedikit air.

Cat Hitam dibuat dari sejenis tumbuh – tumbuhan yang ditumbuk sampai halus serta dicampur dengan abu periuk dan kuali. Kemudian digongseng sampai menghasilkan warna seperti cat tembok hitam saat ini.

JENIS DAN MACAM GORGA
Dilihat dari cara pengerjaannya, Gorga dapat dibagi dua yaitu ;
  • Gorga Uhir yaitu gorga yang diukir lalu dicat. Biasanya terletak di dinding luar bagian depan rumah.
  • Gorga Dais yaitu gorga yang dicat tanpa diukir. Biasanya terletak di bagian samping dinding luar ruma dan dibagian dalam rumah.

Dilihat dari bentuknya, Gorga memiliki nama yang berbeda – beda pula.
  • Gorga ipon-ipon, Terdapat di bagian tepi gorga. Ipon – ipon dalam bahasa Indonesia artinya gigi-gigi. Manusia tanpa gigi sangatlah tidak menarik. Begitu pula gorga. Bentuk dari ipon-ipon ini beragam tergantung dari kemampuan pemahat atau pelukisnya. Biasanya memiliiki lebar antara 2 sampai 3 sentimeter di pinggir papan.
    gambar gorga ipon-ipon
  • Gorga Sitompi, Sitompi berasal dari kata tompi, salah satu perkakas petani yang disangkutkan di leher kerbau pada waktu membajak sawah. Gorga sitompi adalah salasatu ukiran yang indah diantara bagian lain pada gorga batak. Ukiran ini adalah symbol dari mata pencaharian utama orang batak yaitu bertani.
    gambar gorga sitompi
  • Gorga Simataniari, gorga ini mengambil bentuk matahari. Terdapat di sudut kiri dan kanan rumah. Dibuat sebagai symbol betapa pentingnya fungsi matahari dalam kehidupan sehari-hari
    gambar gorga simataniari
    .
  • Gorga Desa Naualu, gorga ini mengambil bentuk delapan penjuru mata angin. Orang batak jaman dulu sudah mengenal mata angin. Mata angin sangat penting kaitannya dengan aktivitas – aktivitas ritual atau upacara – upacara. Gorga ini memberikan arti bahwa mata angin sangat penting bagi orang batak.
    gambar gorga desa naualu
  • Gorga simarogung – ogung. Bagi orang Batak, ogung (gong) adalah benda yang sangat berharga. Konon benda ini tidak dapat dibuat di tanah batak. Ogung didatangkan langsung dari India. Sedangkan fungsinya sangat penting dalam berbagai upacara atau pesta. Apabila seorang keluarga memiliki seperangkat ogung, hal ini menandakan mereka adalah keluarga yang sangat berkecukupan. Demikian pula dengan Gorga. Gorga ogung memiliki makna bahwa penghuni rumah tersebut adalah keluarga terpandang.
    gorga simarogung-ogung
  • Gorga Singa-singa. Ukiran gorga ini terdapat di setiap gorga. Tidak semua orang batak bisa membangun rumah yang memiliki gorga disebabkan factor – factor ekonomi dan social. Orang yang mampu mendirikan rumah dengan gorga adalah orang yang berwibawa. Itulah sebabnya gorga singa-singa selalu disertakan dalam setiap ukiran gorga.
    gambar gorga singa-singa
  • Gorga Jorgom atau Gorga Ulu Singa biasanya ditempatkan di atas pintu masuk. Bentuknya menyerupai binatang atau manusia.
    gambar gorga jorgom
  • Gorga Boraspati dan Adop Adop. Boraspati adalah binatang sejenis cicak atau kadal. Binatang ini sangat jarang terlihat. Orang batak mengartikan Boraspati sebagai symbol kedamaian dan ketentraman. Gorga ini sering juga dikombinasikan dengan ukiran tarus (payudara). Payudara bagi orang batak adalah symbol kesuburan dan juga pertanda bahwa penghuni rumah memiliki banyak keturunan. Bagi orang batak, banyaknya keturunan adalah pertanda bahwa pemilik rumah memiliki wibawa.
    gambar gorga boraspati dan adop adop
  • Gorga Ulupaung terdapat di bagian puncak rumah Gorga Batak. Gorga ini berbentuk kepala yang menyerupai wajah manusia. Tanpa Ulupaung, ruma batak terasa kurang megah. Disamping itu Ulupaung biasanya dibekali dengan kekuatan magis yang dipercaya dapat melawan begu ladang (setan) yang datang dari luar kampung.
    gambar gorga ulupaung


nama hari dan artinya didalam adat batak



 1. ARTIA
Sada ari nauli mamukka sihataon/ulaon pesta tonggo raja
=> Suatu hari baik untuk mengadakan musyawarah dalam segala hal

2. SUMA

Ari sidua pat manisia dohot pidong, ulaon na hombar sadari i marburu tu harangan, marsabbil, mangkatai
=> Hari ke dua kaki manusia dan burung, pekerjaan yang bagus dalam hari ini adalah berburu ke hutan, menjaring buruan, membicarakan sesuatu hal

3. ANGGARA

Ari na rimas mangulahon pangurupion, mambahen ubat, mangarabi, molo marburu ingkon dapotan
=> Hari naas/buang sial, sangat baik untuk berperang dan membuat obat, berburu.
=> Hari yang bagus untuk melakukan bantuan, mengobati, jika berburu pasti akan dapat.

4. MUDA

Ari si opat-opat/mangarabi hauma, manabur boni, ulaon pesta pe denggan do
=> Hari padi, sangat baik untuk menanam tanaman dan penyemaian.
=> Hari ke empat/mempersiapkan sawah ladang, menyemai bibit padi,             melakukan pesta adat juga bagus pada hari ini.

5. BORASPATI

Sadarion boi do pajongjong jabu, mamongkot jabu, mamungka martiga-tiga
=> Hari baik untuk berpesta, mendirikan rumah, memasuki rumah baru, mencari pekerjaan dan untuk memulai suatu usaha.

6. SIKKORA

Naeng mangalangka, tu luat naleban/mangaranto, mangalului karejo, mamungka martiga-tiga
=> Hari baik dalam penentuan, melangkah ke perantauan, melamar pekerjaan, menjumpai orang besar (berpangkat), memulai berdagang, pesta perkawinan, meminang kekasih

7. SAMISARA

Ari ni raja, boi do mambahen pesta bolon (gondang) naung tinontuhon ni raja adat dalihan na tolu.
=> Hari kepunyaan Raja, bisa melakukan pesta besar yang sudah ditetapkan Raja Adat Dalihan Na Tolu.  
=> Hari “Raja”, sangat baik untuk pengantin baru, pesta, kawin lari, memanggil roh, mandi bunga.

8. ARTIA NI AEK

Sada ari nauli naeng mangulahon pesta, si las ni roha (marsianjuan) mamokkot jabu, alai marsada ni roha ma hamu mangulahon nasa ulaon.
=> Hari baik untuk semua pesta, musyawarah, mandi bunga, memasuki rumah baru, maaf-maafan, dan memulai usaha baru.

9. SUMA NI ANGGARA

Hurang do ulina ari sadari on mangulahon nasa ulaon, boi do martaontaonan, tu ladang/aek, marburu, marsabbil, mangkail.
=> Hari yang kurang baik untuk melakukan segala acara/kerja/pesta, bisa jadi sakit, ke ladang/pancoran, berburu, menjerat buruan, memancing. waspadalah dalam segala hal.

10. ANGGARA SAMPULU

Na rimas do ari sadari i, jadi ingkon manat manghuling, lobi hasuhuton bolon, pangoli anak/pamuli boru, paampehon holi tu batu na pir (marhata ogung)
=> Hari sial, berhati-hatilah dalam berkomunikasi (harus dijaga sopan santun), sangat baik untuk membuat obat baru dan memancing.

11. MUDA NI MANGADOP

Mariaia do nasa ulaon
=> Hari untuk bersantai dan hari yang sangat menggembirakan segala pekerjaan/pesta

12. BORASPATI LANGKOP

Mangadopi raja, parpangkat, mandapothon raja, na boi pangunsandean raja, dalihan na tolu
=> Hari baik untuk menyuapi orang besar (berpangkat) melamar suatu pekerjaan, memanggil roh keluarga, mandi bunga, bersekutu dengan Tuhan Yang Maha Esa

13. SIKKORA LAMBOK

Pangoli anak/pamuli boru, manuan ompu-ompu, partanda, parbalohan, mangobati natuatua, hula, boru, mamokkot jabu, dibagasan tangiang
=> Hari baik untuk pesta perkawinan, mendirikan rumah, mengunjungi orang tua atau mertua, memasuki rumah baru dan mandi bunga

14. SAMISARA PURNAMA

Ulaon harajaon bolon, mangido pasu-pasu, paebathon tu ompungna
=> Hari “Raja”, sangat baik mengadakan pesta besar, pesta muda-mudi, mengantar anak ke rumah mertua, mandi bunga.

15. TULA

Losok do roha sadari on denggan do manuan harambir, mangarabi, marsonang-sonang
=> Hari sial, yang baik dilakukan menebas ladang dan menanam kelapa.

16. SUMA NI HOLOM

Papunguhon sisolhot dohot angka tutur, mangido tangiang tu Mulajadi Nabolon, denggan sadarion mambahen taontaonan
=> Hari yang kurang baik, tetapi baik untuk memancing dan berburu

17. ANGGARA NI HOLOM

Ulaon parsili ni tondi, buang sial, maranggir, mangarabi, tu balian
=> Hari buang sial, mandi bunga dan membuat obat.

18. MUDA NI HOLOM

Manabi eme, marbabo, mandok mauliate tu Mulajadi Nabolon
=> Hari panen padi, sangat baik untuk memulai panen padi, memasukkan padi kedalam lumbung

19. BORASPATI NI HOLOM

Pajongjong sopo sopo di balian, pajongjong batu ojahan, pature tangga ni jabu
=> Hari baik untuk menebang pohon kayu guna bahan bangunan rumah dan memancing.

20. SIKKORA MORA TURUN

Mamulung nasa daon (ubat) ni sahit na adong, mamokkot jabu, laho borhat mangaranto tu luat sileban, paampehon holi tu batu na pir
=> Hari baik untuk mengunjungi sanak famili, pindah rumah dan mengangkat tulang

21. SAMISARA MORA TURUN

Buang sial mangido tangiang, manaon (sabbil), bubu, mangkail
=> Hari baik untuk memasang jerat, memancing dan berburu.

22. ARTIA NI ANGGARA

Mambahen daon (ubat) mamungka mangarabi, ulaon parsili ni tondi, mangido gogo tu Mulajadi Nabolon
=> Hari baik untuk turun ke laut, membuang penyakit, mandi bunga, membuat obat, memancing ikan dan membuat obat.

23. SUMA NI MATE

Mambahen taon-taonan, marburu, marjala, mangkail tu aek
=> Hari baik untuk berburu dan memancing.

24. ANGGARA NI BEGU

Palambok ate ate, mangido tangiang, mambahen daon (ubat), pasahat hamauliateon
=> Hari baik untuk memanjatkan doa, minta rejeki dan mandi bunga.

25. MUDA NI MATE

Jumpang ma tingkina, mangarabi hauma, mangaranto, tu luat sileban
=> Hari padi, memanen dan pesta.

26. BORASPATI NA GOK

Pasahat sulang sulang tu natua tua, tu hula hula, pangoli anak/pamuli boru
=> Hari baik untuk istrahat, membawa makanan untuk orang tua, mengganti pakaian orangtua, mengunjungi mertua, pesta pernikahan dan membuat obat.

27. SIKKORA HUNDUL

Parsili ni tondi, buang sial, mangido tangiang, mambahen daon (ubat), marburu, mangkail
=> Hari penyakit, membuat obat, berburu dan memancing.

28. SAMISARA BULAN MATE

Bangkol manghatai, manat mangalangka, mambahen si pir ni tondi, marburu, mangkail
=> Hari baik turun ke laut, membuat penyakit, berburu dan memancing.

29. HURUNG

Humurang do uli ni ari, sadarion dohot mangalangka pe hurang do ulina
=> Hari kurang baik, berhati-hati dalam rencana/langkah.

30. RINGKAR

Mangujungi panghataion naung tinaringotan hian unang marsihosoman roha, paampehon holi tu batu na pir
=> Hari baik untuk saling maaf-memaafkan (musyawarah) memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Senin, 29 Oktober 2018


PANGGURUAN NI HADATUON
Oleh : Bonar Siahaan
sumber:GEMABATO ----------------------------------
Manang ise nanaeng mangguru hadatuon, tung so boi do i mangguru tu halak naleban ia sojolo tangkas ibana di ari, di bulan, di taon, di mesa dohot dilapatanna. Ia adong pe ditanda halak datu pangulpuk dang tangkas ibana patorang ari, bulan, taon, angka parjinujung do i, manang namarhasandaran. Astuannna, adong nasiar tu halak i.
Ianggo namargoar datu, ingkon diboto do jujur ni ari, bulan, taon, desa (mandesai) dohot manjaha bintang. Alana sian i do pangguruan ni “manuk diampang, panduduon dohot mangalahat horbo santi.
Dung tangkas diboto jujur ni sitombuk surik, ipe asa boi ibana manandanghon ari tumandangi ari, tumandangi bulan manandanghon bulan, tumandangi taon manandanghon taon, tumandangi bisa manandanghon bisa, tumandangi taoar manandanghon taoar. Lapatanna: ingkon adong Batahan ni hadatuon di ibana asa boi ibana marguru tu halak na leban mangambai na di ibana i. Ai molo so adong hian di ibana, olo ma ibana hona pogo manang hona rasun. Jadi ingkon tangkas do diantusi undang “undang ni hadatuon asa boi ibana marguru tu halak naleban. Ima torsa namandok “na garam di panggaraman nagurum dipangguruman, natangkas dihata-hata nasungkun diundang-undang”.
Ia namargoar datu ari, holan ari dope naboi sungkunon tu ibana (jomuk-jomuk ni ari), molo adong pe diboto ibana jaha-jahaan ni manuk dohot panduduon manang angka na asing, namartalian tu ari do i. Ai sai adong do pardomuan ni ari tu angka parbinotoan i sude. Datu ari namargoar datu parsiajar, ima sihabiaran ni datu tandang, ai ido na olo manulluk taha-taha.
Umpamana: Molo manilik manuk gantung datu (manuk si toho-toho), adong ma di ida tanda ditaha-taha ni manuk i nasubang paboaon ni datu, manang na hona tu datu tandang i jaha-jahaan ditaha-taha ni manuk i, ima naolo mandok aha nanidok nion datu, gabe olo ma tarsonggot datu i dibahen halak sisongon i, ai dang managam hian datu i diboto nadilambungna i jaha-jahaan ni i. Ido umbahen sai lapik hata ni datu tandang natangkas marguru tu angka nahundul dilambungna. Marbona sian i do hata namandok: “situlluk taha-taha”. Ima naolo manulluk ulaon ni dongan nahurang denggan (naroa), naolo paurak jolma di hatoropan.
Hombar tu pangalaho dohot parbinotoan ni sada halak do diampehonhon tu ibana goar tohonan harajaon, hadatuon, haguruon dohot hatuanon.
1. Datu Panusur.
Ia naginoaranna Datu Panusur ima, datu na patontuhon parhutaan. Ima parpeak ni jabu, unang disipak dolok, jala manontuhon harbangan dohot bahal ni huta. Datu Panusur do patariashon tu jolma na di huta i, unang gabe tu anak ni desa adop i jabuna (ima ginoarna mandesai jabu, huta dihot parikna).
2. Datu Pagar Dohot Taoar
Sadalan do pagar tu taoar. Molo di boto pauli pagar nungnga diboto i pauli taoar jala nungnga diboto i manjaha manuk sitohotoho (hontas). Adong do deba sian datu pagar naboi maniop manuk gantung, ima manuk ni gora (parmusuan ). Indang sumbarang sitiop manuk gantung, marangkop habeguon do i dohot hasingalon, ai jolma sihosoman ni bariba musu do i. Jala molo margoar datu pagar ibana dang olo be i anggo tung tangkas paurak donganna datu. Sian sorta ni pandohanna do ibana ditanda datu tandang naung sahat ibana tu datu pagar (taoar). Ima torsa-torsa ni hata namandok “Dang jadi ajian napinagaran”, lapatanna, dang jadi paoto-otoon naniubatan jala nungnga godang diboto i pompang ni pangalaho .
3. Datu Parsili
Ia datu parsili, boi do i hurang dipagar hurang ditaoar alai pande manggana parsili jala pande dohot manurungi parsili i. Sadalan do parsili tu sipaimbar, jala molo didok datu pagar dang hataoaran be, ingkon manggana parsili do jala palaho sipaimbar, alapan ma datu parsili.
Ala ni i do umbahen nang hatop dialusi jolma najolo molo adong najou-jou sian ladang, ai dihabiari sotung adong napalaho sipaimbar. Ai manang ise mangalusi pintor tusi do bali sahit ni halak napalaho sipaimbar i, Jala mansai maol do malum sahit molo na hona sipaimbar. Lapatanna, molo sahit rintik do sahit ni napalaho sipaimbar i olo do sai adong na rintik sahat tu pomparan ni namangalusi i. Ai nunga dijalo tondina sahit i
4. Datu Pandudu
Ia datu pandudu ima, naung tangkas umboto ende-ende ni tunggal panaluan, raksa ni desa naualu namanjadi bindu matoga tung so boi do datu pandudu ia so tangkas di ibana tonggo-tonggo, ende-ende, gonsi-gonsi dohot pardalan ni bindu matoga i.
Ai adong do subang ni i tu datu laho manggorga bindu matogai, ai ndang jadi lilitan ni rambu na ibana jala ingkon boi do ibana puas sian pintu ni bindu matoga i.
Nang pe naung hea ibana mangalompas panduduon, sipata do dililit rambu na ibana, ima na nidokna bosi mangan sopuna, datu mangan saputna.
5. Datu Parmanuk
Molo margoar datu parmanuk, ima naung boi manjaha manuk diampang. Godang do datu naung boi manjaha manuk di ampang, alai sai adong do namarsisurungi hadatuon ni jolma manjaha manuk. Ai adong do deba parrobo ni manuk diampang i na asing sian na tarsurat dipustaha i. Nadeba ndang holan manuk i dijaha, dijaha do deba namasa ditingki parmanuhon i, pardalan ni jolma, soara binegena dohot pulung-pulungan pinaumbukna. Sipata do ro rumbung pulung-pulunganna sipata dang rumbung jala marbona sian i ma hata na mandok pamulung do oloan, astuanna nang hurang pulungan i, molo gok di dok pamulung i, naung gok do i di datu. Molo manuk ni na hol do songon i, sai gok didok pamulung nang hurang pulungan i marhangkung do datu ingkon tubu anak ni na hol inon.
6. Guru Bisara
Ia namargoar Guru Bisara ima naung tangkas umboto mangalahat horbo santi guru bisara nama pusat ni namargoar hadatuon. Molo laho mangalahat horbo santi guru bisara, hundul dope nunga mulai ibana marende-ende dohot pargonsi. Jala pargonsi pe dang sumbarang pargonsi be molo pola tu horbo santi. Ai sude ende-ende dohot raksa ni datu i, ingkon boi buaton ni pargonsi i, ai molo so boi ditangkup pargonsi pandohan ni datu, pintor hona asup do pargonsi dibahen, suhut hona ulpuk dibahen datu. Ima alana umbahen sai serep pargonsi ni datu. Umpamana molo mandok datu: “Diboto ho do gondang nion”, molo ninna datu. “Huboto”, molo nina pargonsi nunga hona ulpuk pargonsi i. Mangupir ma datu, jala marende ma datu i laos diulpuk ma pargonsi i. Alai olo do nang datu diuji pargonsi nang pe hira soadong datu talu dibahen pargonsi. Songon on ma dibahen pargonsi manguji datu: Molo didok datu bahen ma jolo gondang ni on, hape dialusi pargonsi. “Nang so didok ho bahenonhu do”. “Bahen parsarune”, ninna datu i muse. “Dang mangkuling dope taganing”, ninna parsarune. “Bahen pandoali”, ninna datu. “Dang mangkuling dope taganing ai guru di partaganing do hami”.
Molo so malo datu palua dirina, olo ma ngongong datu i. Alai molo naung tangkas marguru do ibana, pintor didok do tu suhut, “lehon jolo pangarintaran”. Dang tarjua pargonsi i be sopaluonna ai nunga ro peleanna. Marpardomuan do torsa-torsa namandok: “Molo ro gondangna, ingkon ro tortorna”. Lapatanna, maol do ditortori halak gondang (gonci) na so domu do tu rohana, jala maol do diula halak ulaon na so domu tu rohana (dang ro subutan ni rohana). Ido umbahen sai dipanggar datu suhut tu pargonsi unang sega do ulaon ni datu i.
Ai molo dipasuhar partaganing i palu-paluna i, olo do pipot datu i, songon i parsarune molo dipahorus-horus piltik ni sarunena i olo do pipot datu. Ido alana umbahen sai tardidok datu ende-endena tingki mandudu dohot mangalahat horbo santi songonon tingki hundul dope ibana .
Didia lumban mu
Dilumban batu lumban nami
Mananti ma hamu
Mangalap datu dope hami
Marhua lumbanmu
Marsanti rea raja nami
Bahen ma jolo amang batara guru humundul partarias namalo, nang so pola hudok boi do dibotoho
Situmbur ni bulu
Sidangka ni hopo-hopo
Nasobok songon ahu
Sidongan-dongan mangomo
Au do mangaraksa
Gumodang do diho
Bahen ma jolo gondang ni pangalapi i.
Ia songon i logu ni datu i ingkon songon i do soara ni gonsi-gonsi i.
Nunga dibahen ho i amang pardoal pargonsi, Baen ma jolo gondang ni talitalion
Binuat silinjuang Ampe di pangubari Jagar do simanjujung Bahenon tali-tali
Nunga dibahen ho amang bataraguru humundal partarias namalo, parindahan na suksuk, parlompan na tabo, bahen ma jolo gondang ni sampe-sampeon,
Uli do silinjuang Bahen sanggul ni ampang Najagar do angkula Lehonon sampe-sampe ni ampehon tu abara
Umbahen mandok datu parindahan nasuk-suk parlompan natabo, didimpu do indahan dohot lompan tu pargonsi. Molo so didimpu indahan dohot lompan tu pargonsi nunga murak suhut i, jala mabiar ma suhut i ala hata ni datu i
Jadi dang sumbarang na boi mandok parindahan nasuksuk parlompan na tabo tu pargonsi holan datu do dohot parsinabul.
Dung sidung parhobasan di datu i, borhat ma ibana manggombar bindu matoga i, alai laho mangalangka datu i dang jadi dompakonnonna pane ingkon mangaransang do pane tu bindu matoga i. Ninna ma: Bahen ma jolo gondang ni bindu matoga on asa toga-togu amanta na marsanti rea bolonon.
Turturan ni sunggapa Pianaruning-uningan Jagar bindu matoga Mangalit sian hambirang
Dion bindu matoga Mula ni gorga na birong Mula ni gorga na bara Mula ni gorga na bontar Mula ni pambira-biraon manjadi pambarbaron Mula ni panguhiron manjadi panggorgaon Holit mula ni hamoraon Buas mula ni edang Hasingalon majadi hatangkangon Panggalangon manjadi harajaon Paung ni irik-irik na so jadi pautangon Ugasan lume na so jadi doboon Tomu manomu-nomu na so jadi bajoon
Ima ni minaksihon ni Tuan Sori Mangaraja huhut digorga ma bindu matoga i, alai dang jadi lilitan ni rambuna ibana. Ingkon sian pintu ibana bongot, sian pintu ibana ruar. Dung sidung di gorga datu i bindu matoga i diraksahon ma dohot angka ula-ula na pinangkenai, ima: tangke, piso, tuhil, saoan, napuran, renteng ni manuk dohot na asing sahat tu tunggal panaluan (taringot tu ende-ende na di pudi pe pinatorang)
7. Guru Sinaingan
Ia namargoar guru Sinaingan nunga padonok parbinotoan na dohot guru BISARA, alai gumodang ibana manjaha parlangtian dohot manangkal aji-ajian. Ndang pola dipasomal dirina manandanghon Hadatuon ai ditandangina ma ibana (TINANDANGAN).
8. Guru Parpansaginjang
Sarupa do parbinotoan ni guru parpansaginjang dohot guru bisara, alai guru parpansa-ginjang dang olo tandang be. Gumodangnama ibana manurati angka pustaha dohot pature parbiusan, jala molo adong guru parpansaginjang di bius i dang apala olo guru bisara manandangi (mangalahat horbo) di bius ni parpansaginjang anggo dang guru parpansaginjang i namangido.
9. Guru Siopat Pusoran
Umbahen digoari guru siopat pusoran, nunga di ibana haguruon, hamoraon, habeguon dohot harajaon. Alai dang apala olo manandanghon hadatuonna dohot habeguonna tu luat ni halak, holan luatna do gumodang dipature.
10. Tuan
Mansai godang do pandok ni halak taringot tu tuan adong na mandok lapatan ni tuan ala sai tu-an tu-an manang dang sonang di luatna.
Mangihuthon hata ni guru Bisara Baliga Simanjuntak sian batu nabolon pohan julu dohot hata ni guru Sinaor Tambunan sian Lumban Pea Tambunan tu Jos Pohan songon ondo: molo dung digoari ibana tuan naung hea do ibana marguru tu luat hara banua holing jala nunga adong parbinotoanna na so adong dope di luatna hinan. Natumangkas pataridahon ima tuan sori mangaraja, jala molo so diboto dope Hasingalonna barita ni Tuan Sori Mangaraja (habeguonna, hasaktionna, hamoraonna dohot harajaonna) dang digoari i naung haguruan (guru) di habatahon. Sude do guru bisara mamboto barita ni Tuan Sori Mangaraja ala ditingki ni Tuan Sori Mangaraja do mula ni parbiuson dohot horbo santi sahat tu parjambaranna.
Laos marhite on ma pinagido tu angka dongan na ringgas manurat ugari ni habatahon asa gabe tangkas diantusi lapatan ni tektek mula ni gondang serser mula ni tortor siup mula ni tabas dohot angka namardomu tusi, asa horas tondi madingin pir to matogu.